Leessang - You’re the answer to a guy like me
| Borobudur Temple | Magelang, Central Java
Interviewer: Why can’t you be alone without Yoko?
John Lennon: But I can be alone without Yoko, but I just have no wish to be. There’s no reason on earth why I should be alone without Yoko. There’s nothing more important than our relationship, nothing. And we dig being together all the time. Both of us could survive apart but what for? I’m not going to sacrifice love, real love for any whore or any friend or any business, because in the end you’re alone at night and neither of us want to be and you can’t fill a bed with groupies. It doesn’t work. I don’t want to be a swinger. I’ve been through it all and nothing works better than to have someone you love hold you.
(via onlyondemairt)
Kita adalah keturunan para pejuang bangsa. Yang namanya pejuang tidak akan berhenti hingga sukses, dan dia berbuat tanpa memikirkan apa yang akan diperoleh. Kota ini merupakan kota pejuang yang hanya mengenal pilihan, merdeka atau mati,
—Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie ketika memberikan orasi ilmiah di ITS
| Graha Sepuluh Nopember | Surabaya, 10 November 2012
Hidup terlalu singkat untuk menjadi orang biasa
—Zainab Al-Ghazali (via tumbr1)
(via ireneshofia)
| Dreamland Beach | Bali
Terunyan
Terunyan adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Terunyan merupakan suatu tempat yang terdapat di Danau Batur, Kintamani. Di daerah ini terdapat adat pemakaman yang cukup unik.Warga yang telah meninggal jenazahnya dimakamkan di atas batu besar yang memiliki cekungan 7 buah. Jenazah hanya dipagari bambu anyam secukupnya. Uniknya setelah berhari-hari walaupun tidak dibalsem, jenazah tersebut tidak menyebarkan bau busuk.
Adat Desa Terunyan mengatur tata cara menguburkan mayat bagi warganya. Di desa ini ada tiga kuburan (sema) yang diperuntukan bagi tiga jenis kematian yang berbeda. Apabila salah seorang warga Terunyan meninggal secara wajar, mayatnya akan ditutupi kain putih, diupacarai, kemudian diletakkan tanpa dikubur di bawah pohon besar bernama Taru Menyan, di sebuah lokasi bernama Sema Wayah. Namun, apabila penyebab kematiannya tidak wajar, seperti karena kecelakaan, bunuh diri, atau dibunuh orang, mayatnya akan diletakan di lokasi yang bernama Sema Bantas. Sedangkan untuk mengubur bayi dan anak kecil, atau warga yang sudah dewasa tetapi belum menikah, akan diletakan di Sema Muda.
Penjelasan mengapa mayat yang diletakan dengan rapi di sema itu tidak menimbulkan bau padahal secara alamiah, tetap terjadi penguraian atas mayat-mayat tersebut ini disebabkan pohon Taru Menyan tersebut, yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat. Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan ini, hanya tumbuh di daerah ini. Jadilah Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Terunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut. (source: http://id.wikipedia.org/wiki/Trunyan )

| Kintamani, Bali |




























